Halo! Namaku Kirana! Saya akan menceritakan sesuatu kepadamu...
Mari kita mulai!
Saat itu saya akan pergi liburan bersama keluargaku. Kami akan pergi dari Jakarta ke Manado. Tentu saja kami naik pesawat terbang. Penerbanganku TR 201. Kami sampai di Bandara Soekarno-Hatta di Jakarta jam 12 siang dan menunggu pesawat dan berangkat jam 2 siang.
Perjalanan naik pesawat menuju Manado memakan waktu 3 jam 20 menit, jadi tidak heran jika saya sangat bosan, apalagi pesawatnya tidak ada "TV"nya... Saya terus mengeluh selama perjalanan itu. Di tengah perjalanan, pesawat terbang yang saya naiki terguncang hebat. Saya berteriak sampai menangis karena ketakutan. Hingga pesawat itu akhirnya oleng dan jatuh di antah berantah.. Hanya 20 dari 150 orang selamat. Seluruh anggota keluarga saya tidak ada yang selamat kecuali saya dan kakak saya. Saya menangis keras dan menyesal karena saya mengeluh saat terakhir bertatapan muka dengan ibu saya. Kakak saya menasehati saya dengan lembut dan akhirnya saya berhenti menangis meskipun saya masih sedih..Saya melihat ke sekeliling, saya sadar saya ada di tengah hutan di tengah-tengah Pulau Sulawesi.Lalu saya mengecek ponsel saya. Karena berada di tengah hutan, wajar kalau tidak ada sinyal di hutan.
Sudah 5 hari lamanya, sisa penumpang yang masih selamat bertahan hidup.Untung saja ada makanan di pesawat, tetapi tidak banyak, hanya 2 troli saja, itupun sudah mau habis.
Kami sudah mencoba mencari menara satelit untuk mencari sinyal ke arah utara, barat, dan timur tetapi hasilnya nol. Kami sudah berencana mencari menara satelit di bagian selatan tetapi sekarang matahari sudah terbenam. Kami juga sudah mencoba membakar suar saat sebuah pesawat lewat, tetapi hasilnya sia-sia, mungkin karena jarak antara kami dan pesawat itu cukup jauh. Akhirnya kami (sisa penumpang yang selamat) mencoba mencari makanan dan minuman. Untung saja ada sebuah sungai. Solusi minuman sudah selesai, tinggal makanan... Makanan agak susah dicari disini. Kami hanya menemukan seekor kelinci dan itu juga sedikit.Tidak ada rusa atau hewan ukuran sedang ke besar..
Kami sudah mencoba mencari menara satelit untuk mencari sinyal ke arah utara, barat, dan timur tetapi hasilnya nol. Kami sudah berencana mencari menara satelit di bagian selatan tetapi sekarang matahari sudah terbenam. Kami juga sudah mencoba membakar suar saat sebuah pesawat lewat, tetapi hasilnya sia-sia, mungkin karena jarak antara kami dan pesawat itu cukup jauh. Akhirnya kami (sisa penumpang yang selamat) mencoba mencari makanan dan minuman. Untung saja ada sebuah sungai. Solusi minuman sudah selesai, tinggal makanan... Makanan agak susah dicari disini. Kami hanya menemukan seekor kelinci dan itu juga sedikit.Tidak ada rusa atau hewan ukuran sedang ke besar..
Sudah hari ke 11... Hasilnya juga nol. Tubuh penumpang yang tidak selamat juga sudah membusuk.. Saya mencoba untuk mengingat sesuatu, yang sejak hari ke 2 sudah ada tetapi lupa saya sampaikan ke seluruh sisa penumpang yang selamat.. Saya ingat sesuatu, saya ingat bahwa ada Black Box yang dapat memancarkan sinyal.. Sinyal itu dapat digunakan untuk memudahkan tim SAR atau pesawat yang lewat mencari kita.Saya yakin bahwa penerbangan yang hilang ini sedang dicari oleh tim SAR.
Hari ke 12. Kami mulai mencari tempat black box.Kami menemukan Black Box! Akhirnya saya dapat pulang.. Kami mulai menyusun strategi dan pembagian tugas... Kami menunggu sampai hari ke 27 tetapi belum ada kabar..
Kini, tinggal hitungan jam, baterai Black Box akan habis.. Kami mulai panik.. Tapi, ada 1 berita baik. Sekarang semua ponsel dapat berfungsi karena ternyata, ada menara satelit yang aktif. Mengapa tidak dari kemarin-kemarin? Karena ternyata menara satelit yang kami cari baru aktif hari ini dan terletak di selatan,bagian selatan pada hari ke 5 tidak sempat ditelusuri. Pada hari pertama ternyata menara itu masih rusak.. Sekarang sudah diperbaiki. Karena sudah ada sinyal,kami semua langsung menelepon kantor polisi kota terdekat, tim SAR,dan keluarga yang tidak ikut pergi..
Sudah beberapa jam menunggu, habislah sudah baterai Black Box.. Semua baterai ponsel penumpang yang selamat juga sudah habis.. Kami merasa kami gagal.. Tiba-tiba
datanglah 5 helikopter dan tim darat SAR ke lokasi jatuhnya pesawat.. Saya merasa senang... Tiba-tiba juga,saya merasa sedih karena harus meninggalkan keluarga saya... Saya kembali menangis, menangis dengan perasaan yang bercampur aduk... Saatnya penumpang yang selamat dievakuasi.. Semua penumpang yang selamat dibawa ke kota besar terdekat : Kota Palu.Setelah sampai disitu kami langsung dibawa ke rumah sakit. Di rumah sakit saya langsung menelepon paman saya di Manado. Saya bercerita pada paman saya sambil bersedih.. Saya bilang kalau saya dan kakak saya selamat..
datanglah 5 helikopter dan tim darat SAR ke lokasi jatuhnya pesawat.. Saya merasa senang... Tiba-tiba juga,saya merasa sedih karena harus meninggalkan keluarga saya... Saya kembali menangis, menangis dengan perasaan yang bercampur aduk... Saatnya penumpang yang selamat dievakuasi.. Semua penumpang yang selamat dibawa ke kota besar terdekat : Kota Palu.Setelah sampai disitu kami langsung dibawa ke rumah sakit. Di rumah sakit saya langsung menelepon paman saya di Manado. Saya bercerita pada paman saya sambil bersedih.. Saya bilang kalau saya dan kakak saya selamat..
Sudah hari ke 34.. Waktu liburan sudah selesai,meskipun kami belum liburan. Kami
dengan berat hati kembali ke Jakarta.. Di sana kami disambut pelukan hangat oleh anggota keluarga yang tersisa.. Mereka bilang mereka akan selalu menjaga saya dan kakak saya.. Saya merasa nyaman.. Meskipun masih ada perasaan sedih di hati.. Bye Mom, Bye Dad, Bye Brother, see you in heaven...
dengan berat hati kembali ke Jakarta.. Di sana kami disambut pelukan hangat oleh anggota keluarga yang tersisa.. Mereka bilang mereka akan selalu menjaga saya dan kakak saya.. Saya merasa nyaman.. Meskipun masih ada perasaan sedih di hati.. Bye Mom, Bye Dad, Bye Brother, see you in heaven...
Demikian cerita saya...Terimakasih telah membaca..
Karya Julio Giovan
Sekolah: SMP Santa Ursula Bandung
Kelas: 7